Gubernur Rustam : Jaga dan Lestarikan Adat Lebaran Puasa Enam

Desa Kimak, Bangka - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kaya akan adat dan tradisi keagamaan. Salah satu diantaranya adalah Adat Lebaran Puasa Enam atau biasa disebut sebagian  Masyarakat Babel  dengan Lebaran Puasa Enam dan tradisi ini  hanya dilakukan dibeberapa daerah yang ada di Babel yang  merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang.

Lebaran Puasa Enam di Desa Kimak ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena mengandung nilai-nilai keagamaan dan terutama nilai -nilai kebersamaan dalam hidup bermasyarakat ungkap Gubernur Babel H. Rustam Effendi ketika menghadiri lebaran puasa enam yang menjadi  tradisi masyarakat Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Minggu (31/07/2016).

Bersamaan dengan Lebaran Puasa Enam yang dilakukan Masyarakat Desa Kimak, juga melaksanakan Tahlilan bersama untuk salah satu warga desa yang telah minggal dunia dan pada kesempatan yang sama juga dilakukan pelepasan 10 jamaah haji yang berasal dari desa tersebut yang direncanakan akan menunaikan Ibadah Haji pada tahun ini.

Dikesempatan itu, Gubernur Rustam berpesan kepada para calon Jemaah Haji yang akan berangkat untuk slalu menjaga kesehatan.

"Saya berpesan kepada 10 jemaah haji ini untuk menjaga hati, menjaga ucapan dan juga menjaga kesehatan serta tidak lupa untuk meningkatkan ibadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah" ujar Gubernur Rustam.

Gubernur juga mengatakan akan mengirim tim untuk melakukan koordinasi ke Kementerian Agama RI mengenai kuota haji Babel, karena saat ini untuk Babel, kuota haji sangat sedikit sehingga dengan adanya tim yang melakukan koordinasi, diharapkan kedepan kuota haji babel bisa bertambah lbh banyak.

Sementara itu, Mustafa Zainal selaku Kepala Desa Kimak mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Rustam ditengah-tengah masyarakat dan mau bersama-sama ikut meramaikan pelaksanaan lebaran puasa enam.

Kedepan Mustafa berharap  Gubernur lebih sering berkunjung di Desa Kimak sehingga bisa memperhatikan kondisi desa secara langsung khususnya memperhatikan kehidupan masyarakatnya.

"Saya berharap kepada Pak Gubernur untuk lebih sering berkunjung ke desa kami, dan memperhatikan langsung bagaimana kondisi masyarakat kami yang ada di Desa Kimak ini" kata Mustafa.

Lebaran Puasa Enam  adalah lebaran yang dilakukan sebagian Umat Muslim di Bangka Belitung usai melaksanakan puasa sunah selama enam hari yang biasa disebut dengan puasa enam setelah merayakan hari Raya Idul Fitri setiap tanggal satu syawal dan biasanya puasa enam ini dilakukan mulai dari tanggal dua bulan syawal hingga berakhirnya Bulan Syawal.

Pelaksanaan lebaran puasa enam yang dilakukan didesa kimak ini dihadiri seluruh masyarakat desa kimak dan pada pelajsanaan lebaran puasa enam ini masyarakat   melakukan adat nganggung yang disebut . Sepintu Sedulang , yakni setiap kepala keluarga yang ada di desa kimak menyajikan masakan dalam dulang untuk diantarkan ke masjid, setelah melaksanakan doa dan tahlil bersama barulah sajian yang telah disiapkan  disantap secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat serta tamu yang hadir pada acara tersebut.

Usai menghadiri acara di Desa Kimak Gubernur Rustam langsung melanjutkan ke Masjid Nurul Ikhsan Desa Nibung, dan menjadi imam dalam pelaksanaan  Shalat Dzuhur berjamaah dengan masyarakat Desa Nibung.

Dalam kunjungannya kedesa Nibung, Gubernur berkesempatan menandatangani prasasti berdirinya Masjid Nurul dan sekaligus menghadiri lebaran buka puasa enam yang juga dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Nibung Kecamatan Puding Kabupaten Bangka. (Chandra)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Chandra
Bidang Informasi: 
Perkim Babel