Gubernur Rustam Ingin Perbanyak Ruang Terbuka Hijau

Pangkalpinang, Air Itam – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H Rustam Effendi mengajak komponen masyarakat untuk menghutankan kembali lahan kritis dan memperbanyak ruang terbuka hijau.

“Upaya ini perlu untuk mewujudkan program rehabilitasi hutan dan lahan akibat penambangan,” ajak Rustam Effendi di sela-sela acara Gerakan Penghijauan melalui Penanaman Pohon dan Penebaran Benih Ikan dalam rangka HUT RI dan Hari Perlindungan Lapisan Ozon se-Dunia di Kampus Inovasi Badan Diklat Provinsi Babel, di Pangkalpinang, Selasa (06/09/2016).

Gubernur mengingatkan bahwa memperbanyak ruang terbuka hijau saat ini masih belum menjadi kebiasaan masyarakat Babel.

Sebab itu, pemerintah daerah diminta memainkan perannya melalui langkah konkrit dalam program rehabilitasi hutan dan lahan. Antara lain dengan menggerakan penanaman pohon, hutan tanaman rakyat serta gerakan memperbaiki kerusakan hutan.

“Yang penting adalah bagaimana itu dilaksanakan dengan baik, dengan sungguh-sungguh,” tegas Gubernur Babel.

Diakui gubernur, saat ini kondisi sumberdaya hutan dan lingkungan mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan. Hal itu sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan kehidupan makhluk dan ekosistem serta rantai kehidupan. Bahkan berdampak pada perubahan iklim mikro di Babel. Sumberdaya hutan dan lingkungan hidup, sebut gubernur, tidak terpisahkan dari proses pembangunan ekonomi, sosial dan budaya bangsa.

Gubernur meminta semua pihak berkomitmen untuk selalu menjaga kelestarian dan memiliki kesadaran untuk menanam serta merawat pohon dengan baik, seperti halnya menjaga dan merawat diri pribadi masing-masing. Dan dapat menghindari perilaku buruk seperti menebang pohon secara liar, membakar hutan dan ladang berpindah.

“Itu semua akan menyebabkan bencana bagi kita, adanya kabut asap dan banjir seperti yang kita alami beberapa waktu lalu," tuturnya.

Kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan yang dilaksanakan di lokasi lahan Badan Diklat Provinsi Babel, menurut gubernur, merupakan langkah nyata perangkat daerah dalam menghijaukan lahan terbuka agar terlihat asri dan segar.

"Kegiatan menanam pohon secara mandiri merupakan kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan. Jadikan ini bakti nyata kepada negara dan bangsa," paparnya.

Sementara itu Kepala Badan Diklat Provinsi Babel Hendra Kusuma Jaya selaku ketua penyelenggara menegaskan, kegiatan sebagai upaya menciptakan lingkungan dan suasana asri, serta pemanfaatan lahan kosong.

Selain itu, penghijauan bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat dalam melakukan aksi nyata.

“Meningkatkan kesadaran masyatakat untuk menanam dan memelihara tanaman sebagai bagian dari sikap atau budaya bangsa yang melekat pada kehidupan sehari-hari kita,” katanya.

Hendra menyebutkan, bibit pohon terdiri dari jambu air, jambu citra madu, durian dan mangga merupakan sumbangsih dari sejumlah instansi. Diantaranya PT Timah Tbk menyumbang 300 bibit pohon, Balai Benih Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Babel 50 bibit dan Balai Benih Ikan (BBI) Bangka 1000 ekor benih ikan nila. Termasuk pula BPJS, Bank Muamalat dan Dinas PU Babel.

Di akhir kegiatan, gubernur didampingi Sekda Babel Yan Megawandi dan Kepala Badan Diklat Hendra Kusuma Jaya melakukan penanaman perdana bibit jambu citra madu, dan penebaran benih ikan nila. (mms)

Sumber: 
Humas
Penulis: 
Mislam Syarifuddin
Bidang Informasi: 
Perkim Babel